Tuesday, 28 April 2015

Access Control


           Pengertian Access Control
Access Control atau Akses Kontrol adalah sistem yang dirancang untuk memungkinkan wewenang membatasi pengguna untuk mengakses ke wilayah dan sumber daya dalam fasilitas fisik tertentu atau sistem informasi berbasis komputer. Kita dapat temui dalam penerapan Sistem Akses Kontrol dalam kehidupan sehari-hari misalnya sebuah kunci pada pintu ruangan, pintu gudang, pintu mobil pada dasarnya merupakan suatu bentuk kontrol akses. PIN pada sistem ATM di bank adalah cara lain akses kontrol. Dengan akses kontrol kita dapat membatasi atau mengamankan informasi penting, rahasia, atau sensitif dan peralatan.
Dari definisi akses kontrol tersebut kita dapat mengambil definisi dari Akses kontrol Pintu (Door Acces Control). Akses kontrol pintu adalah sebuah sistem yang dapat atau untuk membatasi pengguna untuk mengakses suatu ruangan dengan menempatkan sistem perangkat kontrol pada pintu. Dalam Akses Kontrol Pintu, kontrol akses merujuk pada praktek membatasi pintu masuk ke properti, bangunan, atau ruang untuk orang yang berwenang. 
           Fungsi Access Control
A.    Fungsi Identifikasi
Dalam fungsi identifikasi, sudah berkembang berbagai bentuk identifikasi dari mulai nomor kode (PIN), penggunaan Kartu Proximity (sistem non-kontak yang dekat) sampai penggunaan bagian tubuh manusia (biometrik), seperti telapak tangan, sidik jari, retina mata, wajah, maupun pembuluh vena. Tentunya setiap bentuk identifikasi mempunyai implikasi yang berbeda-beda, seperti PIN yang mudah terbaca, peminjaman kartu, dan antrian yang panjang untuk identifikasi biometrik. 
B.     Pemberi Keputusan
Dalam fungsi pemberi keputusan, diperlukan perencanaan yang baik mengenai pengaturan untuk setiap orang. Semua data yang sudah disimpan akan memberikan keputusan bagi alat untuk memberikan wewenang/ijin memasuki ruangan atau tidak. 
C.    Kendali
Dalam fungsi kendali, setelah menerima sebuah keputusan, kunci elektronik yang terpasang akan membuka dan menutup pintu secara otomatis. 
D.    Pencatat
Dalam fungsi pencatat, data yang telah dibaca oleh mesin identifikasi, adanya hasil keputusan, dan hasil kontrol akan dapat diketahui siapa yang masuk, kapan, dan dimana. Untuk lebih mengatur dengan baik, dapat ditambahkan perangkat lunak yang terhubung dengan perangkat komputer sehingga dapat dilakukan proses otomatisasi untuk manajemen kinerja dan perhitungan penggajian, yang berdampak dengan adanya penghematan, kepastian, dan percepatan dalam melakukan proses data personalia. 
           Jenis Access Control
1.      Access Control Standalone
Access control standalone ialah access control yang dalam penggunaannya tidak membutuhkan komputer, atau dalam arti lain ia bisa berfungsi meskipun tidak ada komputer untuk mengkonfigurasinya.


2.      Access Control PC Base
Access control pc base yaitu access control yang dalam pengoperasiannya membutuhkan bantuan pc untuk mengkonfigurasi. Biasanya access control tipe ini menggunakan mainboard sebagai tempat untuk komponen lainnya yang berfungsi dalam access control, contohnya card reader
 
           Alat Pendukung Access Control
1.      Reader
Reader adalah pembaca atau perantara yang menghubungkan antara alat input dengan system yang akan di proses menjadi sebuah instruksi
2.      Door Lock
·         Magnetic Lock
Magnetic (Electromagnetic) Lock adalah alat yang digunakan sebagai pengaman pada pintu rumah / bangunan. Dengan menggunakan kekuatan gaya magnet yang terhubung ke listrik ini. Alat ini berfungsi sebagai output, dalam pengkoneksiannya alat ini dihubungkan ke access control AS400. Dan untuk pemasangannya diperlukan bracket Z / L
·         Dropbolt
Drop Bolt adalah kunci elektrik yang menggunakan bolt system. Dropbolt memungkinkan pintu dapat digerakkan 2 arah sehingga banyak digunakan pada pintu entrance utama. Dropbolt ini telah dilengkapi dengan internal sensor yang dapat mendeteksi status pintu sehingga cocok untuk diintegrasikan dengan sistem pengamanan gedung / rumah. Dropbolt ini dilengkapi dengan Short U Bracket dalam proses pemasangannya
 
·         Door Strike
Doorstrike adalah alat yang selain sebagai pengait pada pintu juga sekaligus sebagai pengaman. Sama halnya seperti jenis doorlock yang lain, hanya saja jenis ini biasa dipasang pada sisi samping kusen sebagaimana tempat yang biasa dipasang untuk pengunci pintu.


3.      Exit Button
Exit button merupakan alat input yang berguna sebagai tombol saat ingin keluar. Alat ini biasanya digunakan jika pintu menggunakan single reader (reader yang digunakan pada satu sisi, masuk atau keluar ruangan)
 
4.      PIR (Passive Infrared)
PIR adalah sensor yang menangkap pergerakan. Dalam implementasinya alat ini sebagai alat input, namun berbeda dengan reader. Alat ini mengirim tanda ke sistem bahwa disuatu ruangan telah terjadi pergerakan
 
5.      Door Contact
Door Contact merupakan sensor yang berfungsi untuk mengirimkan status ke sistem apakah pintu dalam keadaan terbuka atau tertutup.
 
6.      Breakglass
Breakglass merupakan exit button yang digunakan dalam keadaan darurat. Umumnya alat ini digunakan pada saat pintu menggunakan double reader (menggunakan reader pada saat masuk dan keluar). Alat ini hanya bias digunakan satu kali saja.
 
7.      Buzzer
Buzzer adalah alat output yang mengirimkan notifikasi dalam bentuk suara
  
8.      Power Supply
Sama halnya pada computer, power supply disini berfungsi sebagai pemberi daya kepada komponen-komponen access control

1 comment: